BANDUNG, bandungkiwari – Calon presiden Prabowo Subianto membahas banyak tema saat orasi politik pada kampanye terbuka di lapangan Sidolig-Persib, Jalan A Yani, Bandung, Kamis (28/3). Salah satunya mengenai bagi-bagi duit.
“Kalau ada yang kasih duit kepada kalian, terima saja duitnya, itu duit kalian semua, itu duit kalian semua,” kata Prabowo di atas panggung orasi.
Orasi politik tersebut dihadiri massa pendukung yang hampir memenuhi lapangan yang juga disebut stadion Persib itu. Menurutnya, menerima duit itu tidak masalah yang penting dipakai untuk tujuan baik. Selain itu, uang tersebut juga uang rakyat. “Ga apa-apa kau pakai untuk tujuan yang baik,” ujarnya.
Namun ia mengaku terharu pada orang miskin yang tidak punya apa-apa tapi tidak mau menerima pemberian uang.
“Saya terharu banyak orang yang miskin, tidak punya apa-apa, dikasih ini dikasih itu tidak mau menerima, saya kasihan. Ga apa-apa terima karena itu milik rakyat Indonesia. Terima kalau dikasih, ga mau, alhamdulillah kalau ga mau,” katanya.
Tetapi ia juga menyatakan akan memberatas korupsi di Indonesia. Ia juga menyatakan rakyat Indonesia sudah pada pintar dan tidak bisa lagi dibodohi. Selain itu, rakyat Indonesia menurutnya tidak mudah disogok uang.
Tema berikutnya yang ia bahas adalah soal lapangan pekerjaan. Ia bertanya kepada massa kampanye siapa saja yang belum bekerja. Ternyata banyak hadirin yang tunjuk tangan.
“Banyak banget. Dan saya lihat muda-muda yang tak dapat pekerjaan. Bagaimana ente dapat istri kalau ga punya pekerjaan. Begitu datang pertanyaan pertama calon mertua ‘ananda kerja di mana?’. ‘Maaf saya masih cari’. ‘Ya udah keluar nanti ga usah masuk sini’,” ungkap Prabowo.
Ia kemudian bertanya soal penting tidaknya kartu-kartu untuk rakyat, yang dijawab tidak oleh massa pendukungnya.
"Saudara-saudara ngapain dibagi 5 sampai 7 kartu kalau duitnya enggak ada," kata capres nomor urut 02 itu yang disambut riuh pendukungnya.
Untuk diketahui, kubu pesaing Prabowo-Sandi, pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Maaruf, menawarkan sejumlah kartu 'sakti' dalam program kampanyenya, antara lain kartu soal akses pekerjaan. (Iman Herdiana)


