Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau membuka perdagangan di akhir pekan ini. Pada perdagangan preopening, IHSG sudah bergerak menguat 0,195 poin (0,00 persen) ke 6.480,983.
Mengawali perdagangan Jumat (29/3), IHSG dibuka menguat tipis 1,085 poin (0,02 persen) ke 6.481,874. Sementara indeks LQ45 juga dibuka menguat 0,345 poin (0,03 persen) ke 1.019,358.
Tujuh dari 10 indeks sektoral menguat. Penguatan paling tajam terjadi di sektor aneka industri yang naik 0,31 persen.
Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS dibuka di Rp 14.227. Dolar AS kemudian naik tajam ke Rp 14.240. Lalu, dolar AS bergerak melemah dan kini posisinya ada di Rp 14.225.
Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 136,42 poin (0,65 persen) ke 21.170,18
- Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 84,68 poin (0,29 persen) ke 28.859,89
- Indeks SSE Composite di China naik 21,02 poin (0,70 persen) ke 3.015,97
- Indeks Straits Times di Singapura naik 10,13 poin (0,32 persen) ke 3.213,71
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan IHSG berhasil ditutup menguat 0,56 persen di level 6.480,788 pada 28 Maret 2019. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.430,666 hingga 6.416,594. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range 6.472,118 hingga 6.499,498.
Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Selain itu, Stochastic dan RSI berada di area netral. Meskipun demikian, terlihat pola bearish piercing candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area support.
Menu Saham Pilihan:
ANTM, “Akumulasi Beli” pada area level 870-890, dengan target harga secara bertahap di level 915, 1.075 dan 1.235. Support: 845,
BMRI, “Akumulasi Beli” pada area level 7.175-7.425, dengan target harga secara bertahap di level 7.700, 7.900, 8.050 dan 8.650. Support: 7.175 & 6.950,
INCO, “Akumulasi Beli” pada area level 3.310-3.350, dengan target harga secara bertahap di 3.450, 3.640, 3.890, 4.460 dan 5.050. Support: 3.310 & 3.180,
INDF, “Akumulasi Beli” pada area level level 6.500-6.600, dengan target harga secara bertahap di level 6.775, 7.400 dan 8.050. Support: 6.500 & 6.300,
SCMA, “Akumulasi Beli” pada area level 1.640-1.660, dengan target harga secara bertahap di level 1.670, 1.690 dan 1.720. Support: 1.640 & 1.620,
WEGE, “Sell on Strength” pada area level 400-412, dengan target harga secara bertahap di level 390 dan 386. Resistance: 418.



