
REKOR unik disandang Valentino Rossi pada ajang MotoGP Argentina. Rider asal Italia itu merupakan satu-satunya pembalap yang pernah juara di dua sirkuit berbeda yang menggelar seri Argentina.
Valentino Rossi pernah memenangi balapan di Sirkuit Buenos Aires pada 1998 di kelas 250 cc. Catatan tersebut kembali diulanginya ketika balapan MotoGP kembali ke Argentina, yakni di Sirkuit Termas de Rio Hondo pada 2015.
Kemenangan terakhir The Doctor di Negeri Tango sangat ikonik. Pasalnya, pembalap yang identik dengan nomor 46 itu merayakan kemenangan di podium dengan mengenakan jersey Tim Nasional (Timnas) Argentina dengan nama Diego Maradona tercetak di punggungnya.
Lalu, bagaimana capaian juara dunia MotoGP tujuh kali tersebut selama mengaspal di Argentina? Berikut ulasannya yang dihimpun Okezone dari berbagai sumber.
5. MotoGP Argentina 2014
Pada balapan pertama kembalinya seri Argentina ke MotoGP ini, Valentino Rossi gagal menapaki podium tertinggi. Vale hanya berhasil finis di posisi enam pada sesi kualifikasi sehingga harus memulai balapan dari baris kedua.
Beruntung, saat lomba Valentino Rossi sukses menyalip dua orang pembalap di depannya hingga finis di urutan keempat. Ia mampu bertarung ketat dengan rekan setimnya, Jorge Lorenzo, yang finis di peringkat tiga dan meninggalkan Stefan Bradl di posisi lima dengan selisih waktu cukup jauh, yakni 11 detik.
4. MotoGP Argentina 2015
Seperti yang sudah disinggung, Valentino Rossi sukses memenangi balapan tersebut. Proses meraih kemenangan tidak dilalui pembalap yang kini berusia 40 tahun itu dengan mudah. Sebab, ia harus memulai balapan dari posisi delapan sesuai hasil klasifikasi.

Rossi melesat hingga mampu berada di posisi kedua pada putaran ke-22. Sejak putaran tersebut, ia membuntuti Marc Marquez yang memimpin lomba. Ketika berada di tikungan kelima, ban depan Marc Marquez menabrak bagian belakang motor Valentino Rossi hingga tidak bisa melanjutkan balapan.
Kegagalan tersebut terasa menyesakkan karena juara dunia MotoGP 2014 tersebut tampil dominan sejak awal lomba. Valentino Rossi akhirnya berdiri di podium puncak dan merayakan kemenangan dengan mengenakan jersey Timnas Argentina.
3. MotoGP Argentina 2016
Direktur Balap MotoGP, Mike Webb, memutuskan durasi lomba dipersingkat dari 25 menjadi 20 putaran demi alasan keamanan. Para pembalap juga diwajibkan untuk mengganti motor karena kekhawatiran mengenai ban.

Valentino Rossi sukses mengakhiri balapan tersebut di peringkat kedua, di belakang Marc Marquez. Pembalap asal Tavullia itu terus membuntuti Marc Marquez yang tampil sebagai pemenang, sejak awal balapan. Kendati begitu, keduanya terpaut jarak cukup jauh saat finis, yakni 7,679 detik.
2. MotoGP Argentina 2017
Yamaha datang ke MotoGP Argentina 2017 berbekal catatan bagus yang ditorehkan Maverick Vinales pada balapan perdana di Qatar. Pria asal Spanyol itu sukses menjuarai balapan pembuka musim. Sementara itu, Valentino Rossi harus puas kembali berada di belakang rekan setimnya tersebut.
The Doctor harus memulai balapan dari luar tiga besar, yakni urutan tujuh sesuai hasil kualifikasi. Namun, dengan gagal finisnya dua rider Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez, posisinya lantas melonjak hingga urutan kedua. Rossi finis dengan selisih 2,915 detik dari Maverick Vinales.
1. MotoGP Argentina 2018
Lomba pada tahun lalu benar-benar kacau. Start balapan sempat ditunda karena hujan turun beberapa menit tepat sebelum lomba. Kekacauan tidak berhenti sampai di sana karena ketika balapan hendak dimulai, sebagian besar pembalap memilih mengganti ban.
Sesuai regulasi MotoGP, tindakan tersebut berbuah hukuman mundur posisi start. Meski Valentino Rossi memulai balapan dari posisi 11 sesuai hasil kualifikasi, nyatanya ia turun jauh ke belakang di grid hingga menjadikan Jack Miller sebagai pembalap terdepan saat start.
Mimpi buruk menghampiri Valentino Rossi yang bersenggolan dengan Marc Marquez pada beberapa putaran terakhir jelang balapan. The Doctor mampu bangkit dan membawa motornya finis di urutan ke-19. Sementara Marquez finis di posisi 18 setelah mendapat hukuman tambahan waktu 30 detik akibat ulahnya tersebut.




